Langsung ke konten utama

Oktober dan September

Aku tak ingin kita cuma saling mencintai tanpa saling mengisi dengan sesuatu yang penting dan bermanfaat

Senyummu : 'Senyummu mencairkan es yang beku, memadamkan api yang membara, menenangkan ombak yang bergejolak, menghentikan angin yang ribut, mendamaikan jiwa yang gelisah'
Kopi : 'Dari segelas kopi dan tatapanmu yang hati-hati percakapan kita terjadi,melahirkan aroma yang memberantakkan seluruh jagad sukmaku'
Aku heran mengapa cinta begitu cepat? Tapi aku percaya cinta tak butuh waktu untuk datang. Aku percaya pada takdir di belakang yang menginginkan kita berkenalan sehingga aku berani diperkenalkan dan mereka memilih namamu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Surat dari Ayah

Saat itu hari Sabtu, waktu masih menunjukka pukul 04.30 dini hari. Aku baru saja selesai melaksanakan ibadah solat Subuh di kamar kontrakanku di Jember. Tiba-tiba saja, aku dikejutkan oleh suara telepon yang berdering, dari Ibu. Setelah kuucap salam, kutanyakan pada beliau perihal apa yang terjadi di rumah sampai Ibu menelepon di pagi buta. “Pulanglah, Nak. Jantung bapak kambuh, sekarang keadaannya sangat parah. dia memanggil namamu sejak tadi malam.” Jawab beliau. Ototku lemas seketika, bayangan bapak mengeluhkan namaku sambil menahan sakitnya menikam tepat di ulu hatiku. Memang sudah lama bapak divonis penyakit jantung, tapi sudah lama juga penyakit itu tak pernah kambuh dan menyakiti bapak. Pagi itu, pikiranku berkecamuk, segala kemungkinan terburuk melintas di sana. Tapi aku berusaha untuk tetap   beristighfar, agar tak suudzan pada Allah. Kusegerakan membuat surat ijin untuk bagian akademik kampus. Setelah berpamitan pada ibu kontrakan, aku bergegas berangkat menuju t...

Mama, Aku Rindu !!!

Bel tanda masuk telah dibunyikan sejak sepuluh menityang lalu. Seluruh siswa SMA Tunas Jaya telah masuk ke dalam kelas masing-masing. Seluruh penjuru sekolah sudah sepi sejak bel tanda masuk itu dibunyikan. Akan tetapi, lima menit kemudian terlihat seorang siswi dengan kacamata bulat yang menutupi matanya dan setumpuk buku di tangan kanannya berjalan dengan kepala tertunduk dan langkah yang semakin lama semakin cepat sehingga terkesan sedikit berlari. Langkah seribunya baru berhenti ketika gadis itu sampai di depan pintu ruang kelas bercat coklat kusam yang di atasnya bertuliskan *XII IPA3*. Tumpukan bukunya ia pindah ke tangan kiridan tangan kanannya sedikit ia angkat untuk mengetuk pintu tua di hadapannya. “Maaf, Pak. Saya terlambat.” Kata gadis itu ketika dirinya berada di dalam ruang kelas. “Hmmmmmm. Ya memang kamu terlambat. Kalau saya hitung, sudah dua minggu ini kamu sering terlambat. Apa alasan kamu, Rindu ?” Pak Sanjaya lantas sedikit menginterogasi gadis itu. –Ri...

When I Miss You

Sabtu, 02 Desember 2015 19.30 Famy, gadis cantik 20 tahun itu terlihat memasuki salah satu kedai kopi paling laris di Bandung yang menjadi saksi cintanya. Saksi susah senangnya, saksi saat cintanya dimulai dan saksi pula saat cintanya berakhir kandas dengan begitu menyedihkan dua tahun yang lalu. Pahitnya kenangan berkombinasi dengan manisnya secangkir capucino selalu menjadi teman setianya mengenang cinta yang tak mungkin dapat ia harapkan lagi. Dua tahun ternyata bukan waktu yang cukup untuk dapat membuat Famy melupakan cinta pertamanya yang bahkan telah hampir terikat sebuah tali pertunangan. Kisah cinta yang telah berjalan tiga tahun lamanya harus berakhir dengan sangat menyedihkan. Oh tidak, lebih tepatnya Famy sendiri yang merasakan kesedihan itu. Nanti pasti kau sesali keputusan dirimu meninggalkan aku Lagu Fredy yang berjudul Nanti mengalun seakan menyambut kedatangan Famy di kedai kopi tersebut. Lagu yang sekali lagi mengikatnya untuk tetap mengenang kebersama...