Langsung ke konten utama

Postingan

Perempuan Tak Setia

“Terima kasih untuk kesabaranmu yang luar biasa, mendampingiku dalam 35 tahun usia pernikahan, dan 3 tahun untuk waktu saling mengenal di masa muda kita.” Bisik Ode di telinga istrinya, saat mereka sedang menikmati momen berdansa diiringi lagu klasik Lovesick Blues di ruang makan rumah mereka. Lilin di meja makan mereka tinggal setengah, lelehannya membentuk lahar yang terlihat manis sekali. Sendok garpu telah bersilang menghadap piring kosong di bawah mereka, artinya makan malam telah selesai dilakukan. Misa menjawab dengan senyum, matanya menatap hangat mata Ode, dan tangannya semakin posesif di leher suaminya. Detik berikutnya, Misa menempelkan telinga kanannya di dada Ode, menikmati detak mereka berdua yang semakin tua semakin melemah dengan tempo yang tetap sama. Misa memejamkan matanya, dia mengingat sebuah kebodohan dalam hidupnya, sebuah kejahatan yang dilakukan hatinya kepada Ode, dia menangis diam-diam malam itu. … Sepagi buta jam 2 pagi, Misa telah berisik, sebagian lam...

Pulang

Pulang Oleh : Kuspita Sari Pukul setengah lima sore, aku baru saja bangun dari tidur. Melangkah sembarangan mendekati jendela kamar, awalnya aku berniat menutup jendela karena hari mulai merunduk ke arah Barat. Namun tanganku terhenti, niat menutup jendela kuurungkan karena merasa takjub melihat sinar senja di ujung hamparan laut luas di samping rumah, sejauh mata memandang lambaian nyiur seperti menjadi penari latar pengantar senja. Sudah lama sekali aku tak melihat keindahan seperti ini. Sejak merantau ke kota, pemandangan senja seperti saat ini tak pernah lagi kulihat karena tertutup bangunan-bangunan menjulang. Nyiur melambai pengiring senja digantikan oleh pemandangan yang menyesakkan mata berupa kemacetan, mengantar senja ke peraduan. Dulu, ketika usiaku masih memasuki tahun kelima, bapak sering sekali mengajakku menghabiskan sore hari bersama, “mengantar senja” katanya. Mengganggu tidur soreku, memaksaku bangun dengan segala cara, dari menggelitik sampai menggendongku...